Kamis, 01 Maret 2012

PROGRAM SUPERVISI PENDIDIKAN DAN PROGRAM PEMBINAAN GURU

A. Program Supervisi Pendidikan
Program supervisi berisikan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memperbaiki kinerja guru dalam meningkatkan situasi pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Menurut Djam’an Satori dalam Dadang Suhardan supervisi akademik (1997:30) “... dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses dan hasil belajar....supaya kegiatan pembinaan relevan dengan peningkatan kemampuan profesional guru.”
Program supervisi harus realistik dan dapat dilaksanakan sehingga benar-benar membantu mempertinggi kinerja guru. Program supervisi yang baik menurut Oteng Sutisna (1983:39-40) mencangkup keseluruhan proses pembelajaran yang membangun lingkungan belajar mengajar yang kondusif, di dalamnya mencangkup maksud dan tujuan, pengembangan kurikulum, metode mengajar, evaluasi, pengembangan pengalaman belajar murid yang direncanakan baik dalam intra maupun ekstrakurikuler.
Program supervisi berprinsip kepada proses pembinaan guru yang menyediakan motivasi yang kaya bagi pertumbuhan kemampuan profesionalnya dalam mengajar. Ia menjadi bagian integral dalam usaha peningkatan mutu sekolah, mendapat dukungan semua pihak disertai dana dan fasilitasnya, bukan sebuah kegiatan suplemen atau tambahan.
Djam’an Satori juga menyatakan bahwa program supervisi yang baik berisi kegiatan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dalam hal :
1.kemampuan menjabarkan kurikulum ke dalam program catur wulan atau program semester.
2.kemampuan menyusun perencanaan mengajar atau satuan pelajaran.
3.kemampuan melaksanakan kegiatan belajar dengan baik.
4.kemampuan menilai proses dan hasil belajar.
5.kemampuan untuk memberi umpan balik secara teratur.
6.kemampuan membuat dan mengunakan alat bantu mengajar secara sederhana.
7.kemampuan menggunakan/memanfaatkan lingkungan sebagai sember media pengajaran.
8.kemampuan membimbing dan melayani murid yang mengalami kesulitan dalam belajar.
9.kemampuan mengatur waktu dan mengukannya secara efesien untuk menyelesaikan program-program belajar murid.
10.kemampuan memberi pelajaran dengan memperhatikan perbedaan individual di antara para siswa.
11.kemampuan mengelola kegiatan belajar ko dan ekstra kurikuler serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pembelajaransiswa.
Dari penjabaran sebelumnya tampaklah bahwa tampaklah bahwa program sepervisi yang baik itu lebih menitik beratkan kepada membentuk keprofesionalan seorang guru dalam proses pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan dan menciptakan generasi yang berkualitas.
Tenaga supervisi yang telah lama berjalan di Indonesia :
1.Kepala sekolah terhadap para guru
2.pemilik sekolah terhadap kepala sekolah dan para guru.
3.kepala seksi di tingkat kabupaten atau kota terhadap pemilik dan kepala sekolah.
4.kepala bidang pendidikan dasar/pendidikan guru kepada kepala seksi pemilik TK/SD/SLB
5.kepala bidang pendidikan menengah umum kepada kepala sekolah menengah pertama dan menengah umum.

B. Program pembinaan Guru
Pembinaan sinonim dari pemberdayaan,yaitu suatu usaha untuk mempertinggi kecakapan guru dalam pengembangan profesinya. Oleh sebab itu, kemampuan mengajar guru perlu memperoleh pembinaan supaya mereka memiliki kewenangan mengajar sesuai dengan tuntunan zaman. Masa kini, guru dituntut lebih kritis dan layanan aktif dalam menjalankan tugasnya , pembinaan terhadap mereka menjadikan guru bukan sekedar pelaksana teknis, melainkan seorang petugas profesional yang mengerti dan memahami bagaimana seharusnya memberi layanan belajar kepada peserta didiknya.
Bantuan profesional kepada guru menjadikan mereka memperoleh kesempatan untuk mempelajari kembali tugas-tugasnya sesuai perkembangan baru. Bantuan profesional menjadikan guru seorang yang bekerja sesuai dengan standar profesional, bantuan profesional menyebabkan guru mempelajari kembali cara-cara bekerjanya sesuai tuntutan baru dan kebutuhan baru, dengan demikian guru memiliki kesanggupan membuat keputusan sendiri dalam menjalankan tugasnya. Supervisi bantuan profesional merupakan layanan pemberdayaan kepala sekolah yang diberikan kepada guru untuk mempertinggi kinerja nya. Pemberdayaan dapat dimulai dengan mengenali kelebihan dan kekuatan setiap orang. Selaku supervesor, kepala sekolah kemudian memanfaatkan setiap kelebihan guru yang bermanfaat untuk peningkatan mutu.
Pembinaan secara terus menerus perlu dilaksanakan.program pembinaan guru dalam rangka perbaikan di antara nya.
1.kunjungan kelas.
(mempersiapan staf pengajar, pertemuan sebelum mengajar, kunjungan observasi, pertemuan setelah kunjungan).
2.observasi.
3.pertemuan individual.
4.kunjungan sekolah.
5.keanggotaan dalam asosiasi propesi.
6.perpustakaan profesional.
7.supervisi guru bantu.
8.program pelatihan.
Suatu program pelatihan yang efektif perhatian perlu di arahkan secara tepat kepada lima macam elemen penting yaitu:
a. sifat-sifat khusus guru
- latar belakang pengalaman
- keadaan kesiapan menerima pelajaran
- gaya yang di sukai dari proses belajar
b. sifat-sifat khusus para pelatih
- keunggulan
- kompetensi
- gaya mengajar yang disenangi dari penyaji.
c. struktur waktu
- hari minggu,bulan, atau tahun dan berapa lama masing-masing program berakhir.
d. lingkungan fisik
- peraturan
- tata ruang.
- temperatur
- tingkat kebisingan
e. strategi pembelajaran
- kegiatan pembelajaran
- tingkat partisipasi yang di isyaratkan
- ketersediaan dan penggunaan materi pendukung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar